Kamis, 28 Maret 2013

Lewat Empat Bulan

Sepasang pengantin yang baru berkahwin 4 bulan. pada suatu malam si
isteri memeluk leher suami dengan nada manja seraya berkata, " ayang,
period i dah lewat sebulan, tapi i tak boleh nak pastikan lagi sebab kita
kena gi check kat doktor."

Si suami yang teramat gembira tu pun berpakat dengan isterinya untuk
tidak memberitahu sesiapa pun tentang perkhabaran gembira ini sehingga
ianya benar2 pasti.

Pada suatu hari, pasangan ini di datangi oleh pegawai dari TNB kerana
terdapat tunggakkan dalam pembayaran bill elektrik rumah mereka. Pegawai
TNB tu pun berkata " ini rumah En. Mahpus ker?" "iya, saya ni isterinya.
ada apa encik"

Pegawai TNB tu pun berkata, " Puan, ni dah sebulan lewat, saya dah tak
boleh tunggu ni, nanti boss saya marah."

Dengan nada terkejut, si isteri itu pun membalas balik cakap pegawai TNB
tu." APA??? Macam mana pulak encik tahu yg saya ni sebulan lewat???"

Pegawai TNB tu pun dengan selamba menjawab " ala puan, ni kan zaman IT,
semua tu ada dalam komputer dan kita boleh check Online"

Kata-kata pegawai TNB tu membuatkan si isteri tu lagi terkejut.
"APAAA????Saya lewat sebulan pun awak semua boleh tahuuu??? "

Pegawai TNB tu pun mententeramkan keadaan" Relek puan, puan ni baru lewat
sebulan, ada yg lagi teruk, lewat 5-6 bulan"

Si isteri yg terperanjat beruk dengan kenyataan pegawai tu pun berkata,
nanti saya bincang dengan suami saya..lalau pegawai TNB tu pun beredar
dari situ..

Keesokkan harinya, selepas si Mahphus ini di beritahu oleh isterinya, dia
pun naik berang dan terus ambik cuti dan pergi ke kedai TNB yg
berdekatan..

Dengan tanpa menghiraukan pegawai-pegawai TNB yg ramai di situ, dia pun
memekik seraya berkata "Apa korang ni, isteri saya sebulan lewat pun nak
heboh2 ke dalam internet. awak ni semua yg berkeluarga tak pernah lewat
sebulan kerrrr????!! bisness apa korang buat niii?? nak kena saman kerr???

Lalu pegawai yg datang kerumah si Mahphus ni berdiri dan mententeramkan
keadaan. "sabar encik, sabar encik. apa susah, kalau cik nak settlekan
perkara ni, bayar je..." kata-kata pegawai TNB tu membuatkan si mahphus
naik berang.

"APAAA?? nak bayar korang? belahhhh lahh...."

Lalu pegawai TNB tu pun cakap " kalau macam tu, Kita terpaksa potong encik
punya....... ...."

Si Mahpus mencelah " apa??? potong??? abih tu isteri saya di rumah nak pakai
apaaaaaa???

Pegawai TNB tu pun cakap " nampak gayanye..ISTERI ENCIK KENA PAKAI LILIN
AJERRRLAAAAAAAA"

???????????? ???????.. ......... .........

Malin Kandang


Pada suatu Hari, di desa terpencil ada sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatera Barat. Karena kondisi keuangan keluarga memprihatinkan, sang Ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas. Ayah Malin tidak pernah kembali ke kampung halamannya sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin untuk mencari nafkah.Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.Karena merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Malin memutuskan untuk pergi merantau agar dapat menjadi kaya raya setelah kembali ke kampung halaman kelak.Awalnya Ibu Malin Kundang kurang setuju, mengingat suaminya juga tidak pernah kembali setelah pergi merantau tetapi Malin tetap bersikeras sehingga akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman.Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang beruntung, dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut.Malin Kundang terkatung-katung di tengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan tenaga yang tersisa, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin yang melihat kedatangan kapal itu ke dermaga melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya, Malin Kundang beserta istrinya.Ibu Malin pun menuju ke arah kapal. Setelah cukup dekat, ibunya melihat bekas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan kotor memeluknya, Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya, karena dia malu bila hal ini diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya.Mendapat perlakukan seperti itu dari anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Tidak berapa lama kemudian Malin Kundang kembali pergi berlayar dan di tengah perjalanan datang badai dahsyat menghancurkan kapal Malin Kundang. Ditengah kekacauan itu, diwaktu yang sama dan tempat yang lain ibu Malin Kundang sedang berdoa. Karena kemarahannya yang memuncak, ia pun berteriak "Tuhan! Jika benar ia Malin anakku, KUKUTUK DIA JADI BATU!"Tepat setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. Sampai saat ini Batu Malin Kundang masih dapat dilihat di sebuah pantai bernama pantai Air Manis, di selatan kota Padang, Sumatera Barat.